Archive for Juni 2nd, 2008
Mengapa harus bermanhaj Salaf?
Orang-orang yang hidup pada zaman Nabi adalah generasi terbaik dari umat ini. Mereka telah mendapat pujian langsung dari Allah dan Rasul-Nya sebagai sebaik-baik manusia. Mereka adalah orang-orang yang paling paham agama dan paling baik amalannya sehingga kepada merekalah kita harus merujuk.
Manhaj Salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; manhaj dan salaf. Manhaj dalam bahasa Arab sama dengan minhaj, yang bermakna: Sebuah jalan yang terang lagi mudah. (Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul Wasith 2/957).
Sedangkan salaf, menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Siapa saja yang telah mendahuluimu dari nenek moyang dan karib kerabat, yang mereka itu di atasmu dalam hal usia dan keutamaan. (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandhur 7/234). Dan dalam terminologi syariat bermakna: Para imam terdahulu yang hidup pada tiga abad pertama Islam, dari para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in (murid-murid shahabat) dan tabi’ut tabi’in (murid-murid tabi’in). (Lihat Manhajul Imam As Syafi’i fii Itsbatil ‘Aqidah, karya Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab Al ‘Aqil, 1/55).
(lagi…)
Add comment Juni 2, 2008
Jadilah Seperti Ibu Thomas Alfa Edison
“Eh, kamu bisa dibilangin gak. Jangan mainin itu, kan jadi kotor nih “. Demikian bentak mama saat Lia ingin bermain cat warna. Lain lagi dengan kakaknya, Mala. Ia kerap bertengkar dengan mamanya ketika disudutkan lantaran gak bisa mendapat nilai di atas 80 setiap ulangan di sekolah. “Mama aja gih yang sekolah”, bantah Mala dengan keras dan luapan kekesalan.
Peristiwa seperti ini, acapkali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa yang secara tidak langsung dapat menghalangi kereativitas seorang anak. Padahal, permainan yang akan dilakukannya kemungkinan akan dapat menumbuhkan bakatnya. Karena bakat lahir dari kreativitas. Sedangkan kreativitas sendiri adalah penentu keunggulan seseorang dalam arena kompetisi.
(lagi…)
2 comments Juni 2, 2008